Pages

Friday, March 11, 2011

aku bukan siapa-siapa, tapi.......

Aku bukan yang terbaik dalam hidup ini namun aku akan berusaha melakukan yang terbaik dalam hidup ini.

Aku bukan orang hebat tapi aku akan berusaha menunjukkan kehebatan Allah yang ada dalam diriku.

Aku bukan yang teristimewa dalam hidup ini namun aku akan mengerjakan hal-hal biasa menjadi teristimewa dalam kehidupan ini.

Hidup bukan Siapa??
Namun, Hidup adalah apa dan bagaimana melakukan dan mengerjakan hal-hal sederhana menjadi luar biasa.

Semoga kita boleh melakukan hal-hal yang membawa keistimewaan dalam hidup ini.

Semangat boi!

sebelum tidur

Tips awet muda sebelum tidur; 


wudhu,
doa,
membayangkan orang-orang yg menyakiti hati, kemudian katakan,"aku maafkan mereka",
dan terakhir tersenyum...:)

Wednesday, March 9, 2011

Man Shabara Zhafira

Bersabarlah dan ikhlaslah dalam setiap langkah perbuatan
Terus meneruslah berbuat baik, ketika di kampung dan di rantau
Jauhilah perbuatan buruk, dan ketauilah pelakunya pasti diganjar, di perut bumi dan di atas bumi
Bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi dalam waktu yang mengalir
Sungguh di dalam sabar ada pintu sukses dan impian yang akan tercapai
Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu
Sungguh kemuliaan itu ada dalam perantauan di usia muda
Singsingkan lengan baju dan bersungguh-sungguhlah menggapai impian
karena kemuliaan tak akan bisa diraih dengan kemalasan
Jangan bersilat kata dengan orang yang tak mengerti apa yang kau katakan
Karena debat kusir adalah pangkal keburukan






Diterjemahkan dengan bebas dari syair Sayyid Ahmad Hasyimi
Syair ini diajarkan pada tahun ke-4 di Pondok Modern Gontor, Ponorogo.

Hidup adalah pilihan boi!

Pernah mengamati perahu layar yang berlayar di laut? Mana yang lebih menentukan arah perahu layar tsb, arah angin atau arah layar? Tentu saja arah layar.

Buktinya, ada angin kencang bertiup dr arah selatan, tapi tetap saja perahu tersebut bisa bergerak ke arah Barat atau Timur. Bahkan, pelaut yang berpengalaman bisa berlayar ke arah yang bertentangan dengan arah angin itu. Pelaut tersebut memang tidak bisa mengubah arah angin, tapi dia bisa mengubah arah layarnya menuju tempat yang dikehendakinya.

Yang menentukan tercapai tidaknya tujuan hidup kita bukanlah arah angin, yaitu situasi dan kondisi yang terjadi di sekeliling kita. Yang menentukan adalah arah layar yaitu keputusan kita dalam situasi & kondisi tersebut.

Kadang kita dihadapkan situasi & kondisi yang bertentangan dengan tujuan kita. Masalah, pergumulan, tekanan hidup & situasi di sekeliling kita bisa menjauhkan kita dari tujuan yang ingin dicapai. Namun ingat, hidup adalah pilihan. Arah layar yang menentukan, bukan arah angin.

Kita tidak bisa menolak datangnya masalah. Meski demikian kita bisa mengubah arah layar. Kita bisa mengubah masalah menjadi berkat.

Ke mana arah angin tidak terlalu penting. Yang penting adalah bagaimana kita mengarahkan layar kita. 

Kita yang paling bisa menentukan kemana arah layar kehidupan kita boi!

Benahi lemari hatiku..:)

Kubuka lemari bajuku. Sudah terlalu penuh.
Banyak barang yang kurang perlu. Baju lama yang sudah kusam, namun rasanya sayang untuk dibuang. Karena ada memori di sana, yang memberi orang yang dekat di hati. Tak jarang, kubuat sebagai baju tidur. Karena nyaman, karena enak dipakai. Tetapi jumlahnya makin hari makin banyak. Sehingga memenuhi lemari baju yang tidak seberapa luas ini.Bukankah seharusnya mulai kupilah dan kupilih, dengan tanpa mengurangi hormat kepada orang-orang terkasih?

Di satu bagian lemari bajuku, kulihat banyak baju yang kubeli secara impulsif. Karena diskon, mumpung murah. Lalu kubeli. Sampai di rumah, ternyata tak terlalu cocok untuk dipakai. Jadi, hanya buat pajangan di almari, tanpa sempat kupakai sama sekali. Sayang sebetulnya, tetapi terkadang itu memang pernah terjadi. Mereka pun harus kuangkut daripada terus ‘nyangkut’ di almari.

Ada beberapa baju yang mulai kesempitan, karena tubuhku sudah mulai membesar. Dan sudah harusnya kuhibahkan kepada orang yang lebih membutuhkan. Mungkin teman, tetangga, mungkin panti asuhan, mungkin orang yang berkekurangan. Ah, semangat berbagi tiba-tiba memenuhi hatiku. Mumpung masih bagus kondisinya. Daripada nanti semakin menguning dan berubah warna, bukankah lebih baik diberikan di saat masih bisa?

Ada beberapa baju yang terlalu besar bagiku. Baju-baju saat aku sedang lebih gemuk dari kondisi sekarang. Aku juga akhirnya memutuskan untuk menghibahkan mereka. Karena kalau untuk jaga-jaga, misalkan suatu saat gemuk lagi… Ah, nanti aku tak mau jaga berat badanku dan mencari-cari alasan: mumpung masih ada baju-baju kegedean… Berbagi sajalah, bukankah itu indah?

Setelah sebagian besar baju yang tak terpakai: salah beli, kebesaran, kekecilan, dikeluarkan… Terasa begitu lega memandangi lemari bajuku sendiri. Terasa enteng, ringan, dan tak terlalu sumpek seperti biasanya... Legaaa sekali! Juga mengingatkanku untuk mawas diri, biar tak menghamburkan uang secara percuma lagi. Sayang sekali nanti jika harus terbuang seperti ini…

***
Kubuka lemari hatiku.
Banyak kenangan masa lalu yang pahit berada di situ. Kenangan yang tak mau kulepaskan, walaupun kutahu dengan melepaskan berarti aku yang disembuhkan. Banyak luka, ada dendam, ada kekecewaan berlebihan atas kegagalan, ada rasa malu yang tak pernah selesai. Ah, terlalu banyak yang tak perlu kutampung di hatiku. Sehingga hatiku terasa penuh sesak dengan hal-hal yang tak perlu. Membuat pusing kepala, membuat sakit yang mendera dan membuat sesak nafas ketika mereka melintas di depan mata…

Kupikir, ketika aku bisa melakukannya terhadap lemari bajuku, kenapa tidak kucoba lakukan bagi lemari hatiku?

Kucoba lakukan itu…
Walaupun kutahu, tidak begitu mudah untuk lupakan semua seolah amnesia. Atau menjentikkan jari belaka…
Tetapi, biarlah hari ini, aku mau menata dan membenahi lemari hatiku. Buat kesehatan jiwaku sendiri. Buat kesembuhanku. Karena kutahu, kesembuhan itu akan terjadi hanya jika kubuat langkah awal hari ini.
Aku mau berbenah. Melepaskan yang tidak perlu. Tanggalkan dendam dan benci di masa lalu, tinggalkan kuatir dan cemas tentang masa depan. Dan berusaha untuk hidup bahagia di hari ini.

Lemari bajuku sudah lebih ringan. Lemari hatiku juga. Walaupun belum seringan lemari bajuku. Tetapi sudah kucoba lakukan langkah-langkah pendahuluan untuk itu.

Berbenah lagi, menata lagi…
Semoga hari ini dan esok lebih baik dengan niatan ini :)

CUKUP

Seberapa sering kita mengatakan tidak cukup. Kata yang keapkali sulit untuk diterjemahkan yakni 'cukup'. Kala sekolah kita mendapat uang saku, seringkali kita merasa tidak cukup. Masak cuma dikasih segini!. Kala kita diberi pekerjaan dan gaji. Kok cuma segini (sambil menggerutu). Kala diberi suami atau istri, kok suami/istri saya seperti ini atau ini, kurang ini atau itu. terus menggerutu dan merasa tidak puas atau cukup.

Perasaan kurang atau tidak cukup membayangi kehidupan dulu dan kini. Kapan kita merasa cukup dan berkata 'terima kasih...ini sudah cukup bagi saya' Cukup dengan hidup yang dijalani, cukup dengan uang yang dimiliki, cukup dengan yang ada.

Alangkah bahagianya kala bisa mempraktekan dalam hidup. Sungguh beruntung hidup ini untuk berkata cukup. ah...apa ini sekedar sebuah teori belaka? mungkinkah ada rasa cukup dan mensyukuri yang ada pada diri....semoga....semoga semuanya terjadi dalam hidup ini....

Setitik Embun Inspirasi

Okey, Kuncinya kita harus selalu Bersyukur, Sabar dan Ikhlas, cukup 3 boi!

7 kata "UP" untuk sukses

1. WAKE UP (bangun).
Tdk peduli berapa kali kita gagal, tp jika kita lbh banyak bangun & memulai lagi, kita akan sukses.

2. DRESS UP (berhias).
Kecantikan dr dlm jauh lebih penting drpd sekedar hiasan luar yg sementara. Miliki mentalitas berkelimpahan, hasil dr suatu harga diri & rasa aman yg dalam. Ini akan menghasilkan kesediaan utk berbagi pernghormatan, keuntungan, dan tanggung jawab.

3. SHUT UP (berhenti bicara).
Berhentilah bicara ttg kesuksesan masa lalu, sdh saatnya fokus'kan diri utk kesuksesan masa depan.

4. STAND UP (berdiri).
Berdirilah teguh pd keyakinan awal bahwa kita pasti berhasil.

5. LOOK UP (pandanglah).
Saat peresmian Disney Land, seorg wartawan bertanya pada istri almarhum Walt Disney "bagaimana perasaan bapak kalo lihat impian'nya telah jadi kenyataan dgn dibuka'nya Disney Land ini?" Istri Walt Disney menjawab "Ia telah melihat ini semua terjadi jauh sebelum proyek ini terbentuk". Lihatlah semua impian kita dalam imajinasi kita seakan2 semuanya telah terjadi.

6. REACH UP (Capailah).
Capailah sesuatu yg lebih tinggi dr prestasi sebelumnya krn itu menandakan bahwa kita memang bertumbuh.

7. LIFT UP (Naikkan). Naikkan semua impian kita dlm bentuk doa ucapan syukur seakan2 semua telah terjadi...



Setitik Embun Inspirasi