Pages

Showing posts with label marketing. Show all posts
Showing posts with label marketing. Show all posts

Tuesday, April 19, 2011

Apple vs Samsung

Apple Gugat Samsung

wah wah wah, padahal mas mac kan hasil pernikahan samsung dan mac, produknya samsung sama apple loh, akur-akur aja tuh, hehehehehe...:D

*mas mac itu panggilan kesayanganku untuk sammacku tersayang..:D

Friday, March 25, 2011

#SKRIPSIUDIN


ayo yang ngakunya lagi TA!
sudahkah mengerjakan SKRIPSI hari ini?
itu pertanyaan wajib setiap hari sob!
:D

udin yang bikin pusing #SKRIPSIUDIN

udin yang bikin pusing namanya SKRIPSIUDIN, hehehehe.....!

buat temen-temen manajemen beruntung karena kita punya group satria soedirman , bersama untuk skripsi yang lebih baik.

check this out sob!
:D

Monday, March 14, 2011

Quote satu malam

Quote satu malam, kedengaran lebih bagus kan judulnya daripada cinta satu malam?
satu malam ini aku dapat dua quote dari salah satu sahabat baikku.

Qoute pertaman :

Membuat rencana kedua sama saja menghancurkan rencana pertama.
(RBA, 2011)
kenapa quote ini bisa muncul? berawal dari percakapan kita.
PR : kalian rencana lulus kapan?
FDS : rencana september tahun ini. kamu kapan put?
PR : Desember rencananya..:D
RBA : Desember 2013 yah? hehehehe..
PR : enak aja! bukanlah Desember 2011, tahun ini dhol! hufh...>.<
FDS : bagus tuh..
PR : iyah, tapi kalo kekejar desember tahun ini, kalo ndak yo maret 2012..
RBA : kapan? maret 2012 kan? amin amin amin...
PR : ih kok doainnya maret sih bukan Desember 2011? :(
RBA : habis kamu, toleransi tuh jangan dibuat diawal..
PR : tapikan kita punya rencana pertama juga harus punya rencana kedua!
FDS : iya, buat jaga-jaga..
RBA : hm, membuat rencana kedua sama saja menghancurkan rencana pertama..ya toleransi itu jangan dibuat di awal, usaha dulu maksimal di rencana pertama, kalau bisa maksimal di awal kenapa harus meminimalkan usaha?
PR : *mikirmikir*
RBA : bener mbok?
PR : iyah juga yah, kan rencana kedua diucapin terakhir yah, jadi kemungkinan besar malaikat denger cuma rencana yang kedua jadi yang di aminin malah rencana yang kedua bukan target awal kita yah...*masih mikir*
RBA : iya, bikin rencana kedua itu kalau rencana pertama udah dicoba dan bener-bener ndak terlaksana..
PR : yaudah jadi fokus ke rencana pertama. desember! desember! desember!
RBA : :D

Quote kedua :

Gunung yang tidak pernah meledak, sekalinya meledak akan sangat mengerikan daripada gunung yang sering meledak.
(RBA, 2011)
Quote kedua muncul saat sahabat baikku itu menceritakan tentang teman KKNnya.
PR : di kelompok kalian ada anak kedokterannya? sok pinter ndak?
FDS : satu kelompokku ada, ya biasa aja sih...
RBA : aku ada, ndak sok pinter anu cewe tapi malah nyeremin...:D
PR : loh kok serem?
RBA : iya, aku serem sama cewe yang diem, apalagi pinter, uda diem pinter kan serem..
PR : serem dibagian mana yah?
RBA : orang kalo diem justru kalo marah serem, apalagi kalo dia pinter, dia lebih ngerti marahnya dia. kalo bodo trus diem sih biarin aja. kalo diem trus pinter tuh kaya gunung yang tidak pernah meledak, sekalinya meledak akan sangat mengerikan daripada gunung yang sering meledak, ya kan?
PR : wehe, ini efek 35 hari tinggal digunung, jd mengumpamakannya dengan gunung..:D



Terimakasih sahabat atas dua quote yang menginspirasi malam ini, terutama quote pertama, malu aku jika harus menunda-nunda menyerahkan judul skripsiku ke jurusan, malu aku jika harus bermalas-malasan mengerjakan outline, jadwal kuliahku sudah semakin sedikit itulah jalan yang Tuhan berikan agar aku berusaha maksimal mengerjakan TA. Kesibukan diluar kampus boleh dicari, tapi yang didalam tak boleh begitu saja dilupakan, aku sudah masuk dengan penuh semangat dan keluarpun harus dengan semangat dengan usaha maksimal. Membuat toleransi boleh saja, tapi harus tetap mengontrol diri agar tidak terus menerus dimanjakan dengan toleransi itu. Jangan terlalu lama berada di zona nyaman boi!


Semangat TA!


Marketing ke ALLOH

Ternyata ALLOH menjawab permintaan kita pun butuh proses boi!
Logikanya kalau ingin permintaan kita diproses cepat, ya marketing kita ke ALLOH harus menarik...:D

gimana marketing ke ALLOH?

Heart to heart promotion, itu teori marketing ke ALLOH...:)

Heart to heart promotion?
yap! promosi dari hati ke hati, ndak cuma mouth to mouth atau door to door aja istilah promosi itu, buat ALLOH harus yang spesial dari hati ke hati. Meminta sesuatu kepada manusia saja harus banyak usaha yang kita lakukan, apalagi meminta sesuatu kepada Yang Maha Menciptakan Manusia, harus lebih besar usahanya. ALLOH akan melihat usaha kita, ketika DIA merasa kita pantas mendapatkannya maka dengan senang hati DIA akan memberikannya kepada kita. Tak semua apa yang kita inginkan diberikanNYA karena apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurutNYA dan sebaliknya apa yang menurut kita buruk belum tentu buruk menurutNYA.
ALLOH tak hanya memberikan apa yang kita inginkan, tapi DIA memberikan apa yang kita butuhkan. Tugas kita harus selalu berbaik sangka padaNYA boi!

alhamdulillah hari ini ada kabar yang membuatku bahagia, terimakasih Ya Syaakur..:))
Purwokerto, 14 Maret 2011
18 :18 : 18 bukan jam biasa

Sunday, December 19, 2010

RIBA

Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok, yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar . Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba, namun secara umum terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.

Al-Quran dan Sunnah dengan sharih telah menjelaskan keharaman riba dalam berbagai bentuknya, dan seberapun banyak ia dipungut. Allah swt berfirman;
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبا لا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat), “Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,” padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. [QS Al Baqarah (2): 275].

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُؤُوسُ أَمْوَالِكُمْ لا تَظْلِمُونَ وَلا تُظْلَمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”. [TQS Al Baqarah (2): 279].

Di dalam Sunnah, Nabiyullah Mohammad saw
دِرْهَمُ رِبَا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتٍّ وَثَلَاثِيْنَ زِنْيَةً
“Satu dirham riba yang dimakan seseorang, dan dia mengetahui (bahwa itu adalah riba), maka itu lebih berat daripada enam puluh kali zina”. (HR Ahmad dari Abdullah bin Hanzhalah).
الرِبَا ثَلاثَةٌَ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ, وَإِنَّ أَرْبَى الرِّبَا عَرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمَ
“Riba itu mempunyai 73 pintu, sedang yang paling ringan seperti seorang laki-laki yang menzinai ibunya, dan sejahat-jahatnya riba adalah mengganggu kehormatan seorang muslim”. (HR Ibn Majah).
لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّباَ وَمُوْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ, وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ
“Rasulullah saw melaknat orang memakan riba, yang memberi makan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya. Belia bersabda; Mereka semua sama”. (HR Muslim)

Jenis-jenis Riba

Riba Nasii`ah adalah tambahan yang diambil karena penundaan pembayaran utang untuk dibayarkan pada tempo yang baru, sama saja apakah tambahan itu merupakan sanksi atas keterlambatan pembayaran hutang, atau sebagai tambahan hutang baru.
Ibnu Abbas berkata: Usamah bin Zaid telah menyampaikan kepadaku bahwa Rasulullah saw bersabda:
آلاَ إِنَّمَا الرِّبَا فِيْ النَّسِيْئَةِ
Ingatlah, sesungguhnya riba itu dalam nasi’ah”. (HR Muslim).

Riba Fadlal adalah riba yang diambil dari kelebihan pertukaran barang yang sejenis. Dalil pelarangannya adalah hadits yang dituturkan oleh Imam Muslim.
الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَزْنًا بِوَزْنٍ مِثْلًا بِمِثْلٍ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَزْنًا بِوَزْنٍ مِثْلًا بِمِثْلٍ فَمَنْ زَادَ أَوْ اسْتَزَادَ فَهُوَ رِبًا
“Emas dengan emas, setimbang dan semisal; perak dengan perak, setimbang dan semisal; barang siapa yang menambah atau meminta tambahan, maka (tambahannya) itu adalah riba”. (HR Muslim dari Abu Hurairah).

Riba al-Yadd, riba yang disebabkan karena penundaan pembayaran dalam pertukaran barang-barang. Dengan kata lain, kedua belah pihak yang melakukan pertukaran uang atau barang telah berpisah dari tempat aqad sebelum diadakan serah terima. Larangan riba yadd ditetapkan berdasarkan hadits-hadits berikut ini;
الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ
“Emas dengan emas riba kecuali dengan dibayarkan kontan, gandum dengan gandum riba kecuali dengan dibayarkan kontan; kurma dengan kurma riba kecuali dengan dibayarkan kontan; kismis dengan kismis riba, kecuali dengan dibayarkan kontan (HR al-Bukhari dari Umar bin al-Khaththab)

Riba Qardl adalah meminjam uang kepada seseorang dengan syarat ada kelebihan atau keuntungan yang harus diberikan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman. Riba semacam ini dilarang di dalam Islam berdasarkan hadits-hadits berikut ini;

Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Burdah bin Musa; ia berkata, ““Suatu ketika, aku mengunjungi Madinah. Lalu aku berjumpa dengan Abdullah bin Salam. Lantas orang ini berkata kepadaku: ‘Sesungguhnya engkau berada di suatu tempat yang di sana praktek riba telah merajalela. Apabila engkau memberikan pinjaman kepada seseorang lalu ia memberikan hadiah kepadamu berupa rumput ker­ing, gandum atau makanan ternak, maka janganlah diterima. Sebab, pemberian tersebut adalah riba”. [HR. Imam Bukhari]

Hadits di atas menunjukkan bahwa peminjam tidak boleh memberikan hadiah kepada pemberi pinjaman dalam bentuk apapun, lebih-lebih lagi jika si peminjam menetapkan adanya tambahan atas pinjamannya. Tentunya ini lebih dilarang lagi.

Pelarangan riba qardl juga sejalan dengan kaedah ushul fiqh, “Kullu qardl jarra manfa’atan fahuwa riba”. (Setiap pinjaman yang menarik keuntungan (membuahkan bunga) adalah riba”.[Sayyid Saabiq, Fiqh al-Sunnah, (edisi terjemahan); jilid xii, hal. 113].


yap!
sekali-kali nulis blognya tentang mata kuliah, semoga bermanfaat bagi umat...:)