Pages

Showing posts with label for my better life. Show all posts
Showing posts with label for my better life. Show all posts

Monday, October 3, 2011

hati jadi tenang

teringat pada dahulu kala, waktu itu entah apa masalahnya aku lupa yang jelas gundah sekali rasanya hati sangat tidak tenang, saat itu ku ungkapkan semua yang kurasakan pada seorang abang, pesannya saat itu singkat tapi berkesan hingga saat ini.

isi pesannya :
ambil wudhu segera, sholat sunnah dua raka'at, lalu baca Quran. Semoga hati puput jadi tenang. :)

setiap malam ketika hati tak tenang selalu kulakukan pesan abang itu, tapi beberapa waktu ini aku hampir tak pernah menyentuh Al Quran, astagfirullahaladzim....ampuni hamba Yaa Rabb....pantas saja hati ini menjadi tak tenang terakhir kali membacanya saat Ramadhan kemarin, Ampun Yaa ALLAH.....T__T

Bismillahirrahmanirrahim, mulai lagi kebiasaan itu semoga hati jadi tenang :)
SEMANGAT, Keep Istiqomah!!!


in my room, 01.25 Tuesday 4, October 2011
*Thanks to abang, sukses ya di Borneo sana...:) Jeongsin  na abang!

Saturday, August 6, 2011

Tips Mengatasi Godaan

Tips Mengatasi Godaan Pra-Nikah :)

1. Perkuat Benteng Iman dan Taqwa
Allah Swt. berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Dan ciri orang yang bertakwa dijelaskan dalam ayat-Nya berikut ini.

الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ

“ Yaitu) orang yang takut (azab) Tuhannya sekalipun mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan tibanya hari kiamat.”
(Q.S. Al-Anbiyaa’ [21]: 49)

2. Yakin Bahwa Allah Selalu Melihat Setiap Saat
Dalam salah satu ayat-Nya, Allah berfirman,

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang hadir.” (Q.S. Qaaf [50]: 18)

Selain itu, Rasulullah Saw. juga pernah bersabda tentang ihsan. Sabda beliau, “Ihsan adalah engkau menyembah atau mengabdi kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika kamu tidak dapat melihatNya, sesungguhnya Dia melihat kamu.”

3. Konsisten Menjaga Pergaulan dan Saling MengingatkanRasulullah Saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka sekali-kali jangan berduaan (berkhalwat) dengan seorang wanita di tempat yang sunyi, sesungguhnya setan akan menjadi pihak ketiganya.”
(H.R. Ahmad)
Hendaknya, orang yang sedang dalam masa antara khitbah dan nikah harus mampu menjaga lisan agar tidak berbicara yang mengandung unsur dosa, menjauhi kontak fisik atau bersentuhan, saling menjaga pandangan mata, aurat, dan kemaluan.

4. Mendamba Syahid di Jalan Cinta
Apabila manusia berusaha dengan segenap tenaga untuk meredam keinginan berbuat negatif karena takut kepada Allah semata, maka tidak ada balasan yang layak baginya kecuali surga. Orang seperti ini akan menemukan kedamaian, ketenteraman, kenyamanan dengan cinta yang derajatnya lebih tinggi yang akan mampu menyelamatkannya di dunia dan akhirat.
Rasulullah Saw. bersabda: “Ada tiga hal yang barangsiapa berada di dalamnya, ia akan mendapatkan kelezatan iman, yaitu hendaklah menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari lainnya. Hendaklah mencintai seseorang hanya karena Allah. Hendaklah membenci untuk kembali kepada kekafiran, sebagaimana ia tak suka dilemparkan ke dalam api neraka.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Wallahu ‘alam bisawab.

lamaranmu ku TOLAK!!!

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya.Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah. Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan. Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya.

Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.
“Iya, Pak,” jawab sang muda.

“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan.
“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.
 “Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya.

Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”
 “Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku tak mau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.
Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya, keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda. Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”
“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.
“Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.
 “Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?”
“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.”
 “Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”

Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”
“Kamu lulusan mana?”
“Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan?”
“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”
“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?”

Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.”
“Jadi kamu sudah bekerja?”
“Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera jualan produk saya Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”
 “Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku.”
“Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu, kalau kerja saja nggak becus begitu?”

Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”
“Rencananya maharmu apa?”
“Seperangkat alat shalat Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf.”
 “Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”

Bisikan, “Dia jago IT lho Pak”
“Kamu bisa apa itu, internet?”
“Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net.”
 “Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.”
“Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”

Bisikan, “Tapi Ayah…”

“Kamu ke sini tadi naik apa?”
“Mobil Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.”
“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”
“Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini namanya payah. Memangnya anakku supir?”

Bisikan, “Ayahh..”

“Kamu merasa ganteng ya?”
“Nggak Pak. Biasa saja kok”
“Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini.”
“Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”

Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?”

Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.

“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari al-Quran dan Hadits?”

Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga.
Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, “Pak, dari tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja. Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”

Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih tertatih.”

Mata sang muda ikut berkaca-kaca

http://pacaranislamikenapa.wordpress.com

Friday, July 22, 2011

Sebatang Bambu

Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.

Dia berkata kepada batang bambu, ”Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”

Batang bambu menjawabnya, ”Oh, tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran itu”.

Sang petani menjawab, ”Pertama, aku akan menebangmu, lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setalah itu, aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir, aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawah sehingga padi yang ditanam dapat tumbuh dengan subur”.

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam…..kemudian dia berkata kepada petani, ”Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”

Petani menjawab, ”Engkau pasti kuat melalui semua ini karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah”.

Akhirnya batang bambu itu menyerah.

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawah sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.

Pernahkah kita berpikir bahwa dengan tanggung jawab dan persoalan yang sarat, Tuhan sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Tuhan tak akan memberi beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Tuhan, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi sesama.

Setitik embun inspirasi :)

Tentang Silaturahmi

"...Dan bertakwalah kepada ALLOH yg dengan (mempergunakan) namaNYA kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya ALLOH selalu menjaga dan mengawasi kamu."
Q.S An Nisa ayat 1


atau hadist yang mashur,
Shahih Mutafaq Alaihi, beliau berkata : Barangsiapa yang suka dilapangkan rezkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah ia menyambung tali silaturahim.

dan tidak bermaksud menyetarakan atau membandingkan perkataan seseorang dengan ayat Al Quran atau Hadist, tapi aku teringat perkataan seorang kakak,
ALLOH itu ndak suka sama yang memutuskan tali silaturahim nduk, sebenci apapun kamu sama orang, jo ngasi remove unfollow blockir koncomu dhewe....(mboi, 2008)


saya, walaupun benci ndak akan memutuskan tali silaturahim, itu janji saya! (Puput Rusianingtyas, 2008)

Thursday, July 21, 2011

apapun nanti

hm, apa yaa? Dokter? Ustad? Ahli IT? Trainer? CEO? Pengusaha? Banker? Hanya ENGKAU yang tahu jawabannya Yaa Rabb :))

apapun nanti, siapapun nanti aku yakin itu yang terbaik dariNYA itu sudah pasti. Tugasku sekarang memperbaiki diri, memperkeren diri, menunjukkan padaNYA bahwa aku memang pantas aku memang layak, bukan begitu? Ketika bingung boleh saja minta saran pada ibu, bapak, mba, mboi, mz, abang, tapi tetap tanyakan padaNYA, mintalah fatwa pada hati ini, mohon petunjukNYA :)

Bismillahirrahmanirrahim...hamba Ikhlas menerima ketetapanMU Yaa Rabb :))

Rekaman Perjalanan

Purwokerto- Semarang- Salatiga- Semarang- Ambarawa- Semarang- Purwokerto

Terminal bus Purwokerto, Plasa Telkom Semarang, ESQ Leadership Center Jateng, Indosat Semarang, Sepanjang jalan pandanaran-peleburan-mugas, Sukun, Pasar Sapi Salatiga, RS Ananda Salatiga, Gd.Disbun Salatiga, Rumah Marsha, RM Banyu Bening, Kosan Kak Tala, Perpus FE Undip, Perpus FISIP Undip, Penyetan Mas Pur, Es Rumpi, Serabi air, Duren Ambarawa, Museum kereta api Ambarawa, Lawang Sewu, Serdadu Kumbang, SS, Angkringan Toni Blank, Cipaganti.

Semua terekam Indah dalam benak, semoga rekaman ini pun indah dimataMU Yaa Rabb :))

Friday, June 24, 2011

surat untuk ibumu mz :-)

Assalamualaikum,..Wr ..Wb…….

Sebelum saya terus menggores kata dalam tulisan ini..ijinkan lah saya memperkenalkan diri terlebih dahulu duhai calon ibu mertuaku,…..

Perkenalkanlah saya adalah wanita biasa dengan kepribadian yang teramat biasa dan dari kalangan keluarga yang biasa saja…

Saya bukanlah Khadijah ra, Seorang wanita yang luar biasa dalam Sejarah wanita islam…dan teramat Mulia

Saya bukanlah Aisyah ra, Seorang yang utama dalam ketakwaannya…..

Bukan pula Fatimah Az Zahra yang sangat utama dalam Ketabahannya……..

Tidak pula seperti Zulaikha yang teramat sangat cantiknya……….

Apalagi al Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid – mujahid kecilnya…….

Tapi,..Seperti yang saya katakan,….saya hanya wanita biasa,…

Dengan ketakwaan yang biasa….

Ketabahan yang tak seberapa,…..

Dan kecantikkan saya pun tak pantas di perhitungkan….



Namun ibu,….

Saya adalah wanita akhir zaman,….

Yang punya cita – cita, menjadi wanita Sholehah…

Yang akan berusaha mengabdi pada calon Suamiku

dan juga padamu…..Calon Ibu mertuaku….

Saya bukanlah musuh mu yang hendak merebut perhatian dan kasih sayang anakmu….

Tapi saya akan menjadi rekan mu untuk memberikan kasih sayang pada anak mu..

Dan kelak pada mujahid – mujahida ku, calon cucu mu duhai ibu,…..



Engkau tak perlu khawatir ibu,…

Saya tak akan memonopoli perhatian anak mu,…

Justru saya akan menjadikannya lebih taat padamu,….

Karena akan saya katakan padanya bahwa….

engkau lah yang utama patut mendapat perhatiannya lalu saya…



Saya pun tak akan marah jika engkau membantu mengatur rumah tangga ku,..

Karena sebagai wanita yang baru menikah patutlah saya belajar darimu yang berlimbah pengalaman….

Dan engkau yang lebih tau keinginan anakmu…..



Duhai, Calon ibu mertuaku….

Saya harap kita bisa menjadi rekan yang baik,…

Karena pernikahan adalah membuka tabir rahasia antara aku dan anakmu…

Butuh banyak kesabaran untuk menghadapi banyaknya kejutan – kejutan dari perbedaan antara kami,….



Saya berharap engkau dapat menjadi penasehat jika ku sedang dalam ke alpaan…

Menjadi pendegar yang setia saat saya ingin berbagi….

Karena sekali lagi saya bukanlah siti hajar yang sabar dalam penderitaan….

Wassalamualaikum,……Wr…Wb…..





with love <3

Puput Rusianingtyas, Calon Menantumu…. :-)

Teruntuk imamku kelak :)

Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..

Ingin ku beri tahu padamu.. Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia.. Orang tua yang begitu sempurna.. Dengan cinta yang begitu membuncah..

Aku dibesarkan dengan limpahan kasih yang tak terhingga..

Maka, padamu ku katakan.. Saat Allah memilihmu dalam hidupku, maka saat itu aku berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku.. Memperlakukanku dengan sayang yang begitu indah..



Padamu yang Allah pilihkan untukku.. Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku, aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan.. Maka, ketika Dia memilihmu untukku, maka saat itu Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dengan keberadaanmu, dan aku tahu. Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna.. Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu.. Karena kelak kita akan satu.. Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku, kau dan aku akan menjadi ‘kita’..



Padamu yang Allah pilihkan untukku..

Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dengan ilmu dan tarbiyah, membentukku menjadi wanita yang mencintai Rabbnya.. Maka ketika Dia memilihmu untukku, maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dengan ilmuNya.. Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita.. Itulah visi pernikahan kita.. hanya beribadah pada-Nya ta’ala..



Padamu yang Allah tetapkan sebagai nahkodaku.. Ingatlah.. Aku adalah mahluk-Nya dari tulang rusuk yang paling bengkok.. Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah.. Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah, sungguh hatiku tetaplah wanita yang lemah pada kelembutan.. Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah.. Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah.. Namun tatap mataku, tersenyumlah.. Tenangkan aku dengan genggaman tanganmu.. Dan nasihati aku dengan bijak dan hikmah.. Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu.. Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..



Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku.. Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan.. Maka di mataku kau adalah yang terindah, kata-katamu adalah titah untukku, selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu.. Maka kalau kau berkenan ku meminta.. Jadilah hunian yang indah, yang kokoh, yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..



Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku.. Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita –insya’Allah-… Maka didiklah mereka menjadi generasi yang dirindukan JANNAH… Yang di pundaknya akan diisi dengan amanah-amanah dakwah, yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad.. Yang darahnya mengalir darah syuhada.. Dan ku yakin dari tanganmu yang penuh berkah kau mampu membentuk mereka.. Dengan hatimu yang penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka.. Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..




    Padamu yang Allah pilih sebagai imamku.. Ku memohon padamu.. Ridholah padaku, sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi.. Mudahkanlah jalanku ke Jannah-Nya..

    Karena bagiku kau adalah kunci Jannahku..
akhi fillah


Purwokerto, 19 June 2011

23 : 07, at my room

#np maher zain for the rest of my life

setelah membaca sms dari seorang kakak :)

Tuesday, May 10, 2011

dua tahun lagi

seharusnya kita bisa saling menguatkan bukan melemahkan seperti sekarang jika memang targetmu masih dua tahun lagi.

haruskah aku menunggumu?

Thursday, May 5, 2011

Beginilah cara kerja cinta

Ketika ada, kau mengacuhkannya
ketika tak ada, kau mencarinya
dekat menggelisahkan hati
jauh merisaukan jiwa
itulah tanda cinta
yang sedang menampakkan sinyalnya

saat pagi begitu semangat menjumpainya
saat malam semangat memikirkan bahkan menunggu pesan sms nya
perjumpaan dengannya mendebarkan
perpisahan dengannya menyesakkan
itulah tanda cinta
yang sedang menampakkan sinyalnya

begitulah kerja cinta
jangan pernah menyalahkannya
engkau sendiri tak bisa mengatur arah cinta
ia hanya bekerja melalui jalurnya
cinta mengarahkan dan menggerakkan
cinta menguatkan dan melemahkan
cinta pun mampu menyemangati dan menghancurkan

Memang Allah sengaja
mempertemukanmu dengan dirinya
agar kau berlatih menata dan menjaga jiwa
memang allah sengaja
menghadirkan dan menumbuhkan rasa itu di jiwa
agar kau belajar untuk mengendalikannya

cukuplah sebenarnya cintaNya
sambil menunggu datangnya imam ataupun pendamping untukmu
cukuplah sebenarnya cintaNya
yang akan membawa kejutan2 indah penuh warna
balasan bagimu, yang memenangkanNYa atas cinta selainNya

cukuplah sebenarnya kebersamaan denganNya
tak perlu kau tunjukkan kebersamaanmu dengan selainnya yang belum halal
bolehlah berteman tapi tak perlu mesra
bolehlah berkawan asal jangan kelewatan
bolehlah dekat tapi tetap sesuai syariat
bolehlah berkirim pesan, tapi tetap harus sopan
bolehlah berduaan, asal akad telah di ikrarkan

salam hangat penuh cinta, bang yasin.

Monday, April 4, 2011

Tuhan berbicara pada manusia melalui banyak hal

Seorang Manusia berbisik, "Tuhan, bicaralah padaku."

Dan burung kutilang pun bernyanyi.
Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.

Maka, Manusia itu berteriak, "Tuhan, bicaralah padaku !"
Dan guntur dan petir pun mengguruh.
Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya.

MAnusia itu melihat sekelilingnya dan berkata,
"Tuhan, biarkan aku melihat Engkau."
Dan bintang pun bersinar terang.
Tapi, Manusia itu tidak melihatnya.

Dan, Manusia berteriak lagi, "Tuhan, tunjukkan aku keajaiban!" Mu"
Dan seorang bayi pun lahirlah.
Tapi, manusia itu tidak menyadarinya.

Maka, ia berseru lagi dalam keputus-asaannya, "Jamahlah aku, Tuhan!"
Dan segera, Tuhan pun turun dan menjamahnya.
Tapi, manusia itu malah mengusir kupu-kupu tersebut dan terus berjalan.

Betapa hal ini semua sebenarnya mengingatkan pada kita
bahwa Tuhan selalu hadir di sekitar kita dalam bentuk
sederhana dan kecil yang sering kita anggap lalu, bahkan dalam era elektronik ini ...
karenanya saya ingin menambahkan satu lagi:

Manusia itu berseru, "Tuhan, aku membutuhkan pertolonganmu!"
Dan datanglah e-mail dengan berita-berita baik dan menguatkan.

Namun, ia justru menghapusnya dan terus berkeluh-kesah....

Berita baik itu adalah bahwa anda masih dicintai orang lain !

Janganlah kita mencampakkan suatu anugerah, hanya karena anugerah itu tidak dikemas dalam bentuk yang diinginkan dan dimengerti oleh kita


Tuhan berbicara pada manusia melalui banyak hal boi!

dengarkan niat baiknya Yaa Rabb...:)

"Lebih baik aku dikatakan tidak laku atau homo sekaliyan daripada aku harus berpacaran lagi! Semoga kita selalu menjadi lebih baik setiap waktunya, dan semoga nanti jika saatnya datang semua akan indah pada waktunya, aku tak akan pernah 'mengganggu' atau 'merusakmu' lagi, silahkan mempersiapkan dirimu untuk mendapatkan yang terbaik, maafkan aku yang pernah mengganggu hidupmu, aku harap kelak engkaulah bidadari surga untukku, terimakasih atas waktu yang indah, terimakasih atas pelajaran yang begitu berharga, terimakasih untuk hati yang begitu tulus, semoga aku dapat mencintaimu karena engkau begitu mencintai Alloh...."

berpamitan

saat kau bertanya padaku "apakah artiku untukmu?"

apa yang harus ku jawab?
mungkin kau akan begitu spesial untukku, mungkin kau akan selalu ada dalam doa-doaku, tapi aku mohon sekarang jangan pernah letakkan aku dihatimu, cukuplah Allah yang ada di hatimu, aku mohon.



sekali lagi ku ketuk pintu hatimu, untuk berpamitan, jangan pernah letakkan aku dihatimu...T__T

Wednesday, March 30, 2011

chatting dengan Tuhan

BUZZ

TUHAN : Kamu memanggilKu ?

AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-
bincang denganmu.

AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih
baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang
sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah
menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi
produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu,
produktifitas membebaskan waktu.

AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting
seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu
beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium
yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang
membuatnya jadi rumit.

AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu
merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi
kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu
banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran
adalah sebuah pilihan.

AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah
sebuah pilihan.

AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu
menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat
dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa
menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik
bukan sebaliknya.

AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru
pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa
kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan
kekuatan mental (Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons
(to)Enhance Mental Strength). Kekuatan dari dalam diri bisa keluar
dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu
kemana harus melangkah…

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana
kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati
memberimu arah.

AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang
dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan
perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau
sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain
bekejaran dengan waktu.

AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada
masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau
syukuri,jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU: Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”. Jika
mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”.

AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi
apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan
itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini
dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak
dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya
adalah TIDAK.

AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup
adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

TUHAN has signed out.

Sunday, March 27, 2011

Nasehat untuk Fattimah Az-Zahra

Ada 10 wasiat Rasulullah SAW kepada putrinya Fatimah binti Rasulullah. 10 wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah...

Wasiat tersebut adalah:

1).Ya, Fatimah kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum melebur kejelekan dan meningkatkan derajat wanita itu.

2). Ya, Fatimah kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya,niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka 7 tabir pemisah.

3).Ya, Fatimah. Tiadalah seorang wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaianya, melainkan Allah menetapkan pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4). Ya, Fatimah, Tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahanya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

5). Ya, Fatimah, yang lebih utama dari keutamaan diatas adalah keridhoan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu,maka akt tidak akan mendo'akanmu. Ketahuilah, Wahai Fatimah. Kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6). Ya, Fatimah. Apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya,
dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan.
Ketika wanita merasakan sakit akan melahirkan,
Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah.
Setelah seorang wanita melahirkan kandunganya,

maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia di lahirkan dari kandungan ibunya.
Apabila seorang wanita meninggal dunia ketika melahirkan,
maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun dan akan di anggap sebagai mati syahid.
Di dalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman syurga.
Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala 1000 orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu Malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7). Ya, Fatimah, Tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang dan ikhlas,melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala 100 kali beribadah haji dan umrah.

8). Ya Fatimah, Tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami,
melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih sayang(rahmat).

9). Ya, Fatimah, Tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati,
melainkan para Malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya,
dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10). Ya, Fatimah. Tiadalah seorang wanita yang membantu meminyaki kepala suaminya dan menyisir rambutnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya,
melainkan Allah memberi minuman dari air syurga yang di kemas indah yang di datangkan dari sungai-sungai Syurga.
Dan Allah mempermudah sakaratul maut baginya,
bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shiratal-mustaqin dengan selamat.

SubhanAllah begitu indah menjadi wanita sholehah, dengan kelembutan dan kasih sayangnya yang dapat merubah dunia.

Saudariku jadilah dirimu wanita yang sholehah dan taat pada suami.

Jika suamimu ridho padamu maka Allah SWT pun akan ridho padamu...

Wallohu'alam...

Semoga bermanfaat, Mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyampaian,
sekedar berbagi sebagai renungan bersama khususnya sahabat muslimah.

Salam Ukhuwah Fillah

Saturday, March 26, 2011

nugraha

artinya anugrah kan?

jika memang benar kamu adalah anugrah dariNYA untukku, aku percaya meskipun sekarang kau ku tinggalkan, meskipun sekarang ku buat jarak, suatu saat nanti di waktunya nanti DIA pertemukan kita kembali dalam pertemuan yang INDAH, insyALLAH....

Tuesday, March 22, 2011

Tak akan terganti

"tak akan terganti, hanya tempatnya saja yang bergeser, percayalah karena tante spesial untuk semua orang yang menyayangi tante...semangat yo tante put!"
-umi-

adzan

entahlah hati menjadi tenang setelah di adzani oleh kakak di sepertiga malam itu..:))

suara adzan kakak memang merdu, terdengar berbeda dengan yang lain, mampu menggetarkan hatiku, mampu mmbuat tubuhku tersungkur lemas...

subhanallah..:)


*suara kakak waktu kasih kuliah tiga sks jam2.14 pagi juga mantab..:D